LSN menemukan dua alasan kenapa masyarakt memberikan rapor merah kepada SBY-JK. Pertama, kekecewaan masyarakat atas kondisi ekonomi yang tidak pernah membaik sejak tiga tahun lebih ini.
"Hanya 24,4 persen publik yang puas pada penanganan SBY-JK atas situasi ekonomi," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam siaran persnya di Hotel Sofyan, Jl Cut Muetia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, program primadona SBY-JK di bidang hukum, politik dan keamanan mengalami degredasi. Survei yang dilakukan LSN pada bulan September 2007Â menunjukkan, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan SBY-JK di bidang hukum sebesar 45,3 persen.
"Pada bulan Januari ini merosot tinggal 35,6 persen saja. 55 Persen publik menganggap kinerja SBY-JK dalam pemberantasan korupsi tidak lebih sama dengan pemerintahan sebelumnya," ucap Umar.
Sementara di bidang politik, kepuasan publik juga turun dari 40,9 persen menjadi 34,6 persen. Di bidang keamanan pun kepercayaan publik menurun, di mana Lingkar Survei Indonesia (LSI)Â pada bulan September 2007 mencatat sekitar 57,9 persen, dan kini dari temuan LSN tinggal 47,4 persen saja.
Untuk itu, LSN melakukan penelitian terhadap kriteria capres mendatang. Mayoritas publik indonesia 88,8 persen sangat suka dan suka tipe pemimpin yan tegas ambil keputusan, 82 persen tipe pemimpin yang hati-hati dan penuh pertimbangan, 67,6 persen tipe berani mengambil resiko dan 65,8 persen tipe pemimpin kompromistis.
Survei itu juga menemukan seluruh publik sekitar 95,5 persen suka pemimpin merakyat, 89,2 persen suka pemimpin religius, 83,7 persen suka pemimpin yang menonjol intelektualnya dan 75,7 persen suka pemimpin yang nasionalisme.
Terkait kandidat Presiden RI mendatang, 67,6 persen responden setuju dan sangat setuju tokoh berasal dari latar belakang militer, 64 persen berasal dari perguruan tinggi dan ilmuwan, 62 persen berasal dari birokrat, 56 persen dari kalangan politisi, 47 persen dari LSM dan 39,9 persen dari kalangan pengusaha.
Dari latar pendidikan, mayoritas responden setuju dan sangat setuju calon presiden minimal lulusan sarjana S1 atau sederajat dengan angka sekitar 73,7 persen. Untuk umur capres, responden sebanyak 47,4 persen setuju berumur 40-45 tahun.
Pasangan presiden dan wapres pada 2009, 70,7 persen responden menghendaki kombinasi presiden berlatar belakang militer dan wapres dari sipil, 60,7 persen pasangan dari sipil dan militer, 58,9 persen kombinasi presiden dan wapres sipil, dan 58 persen kombinasi presiden dan wapres dari kalangan militer. (zal/nvt)











































