Jumlah Pengungsi Terus Bertambah

Banjir Pekanbaru

Jumlah Pengungsi Terus Bertambah

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2008 14:43 WIB
Pekanbaru - Banjir di Pekanbaru terus meluas. Kini lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi di tenda darurat. Warga mengeluhkan minimnya bantuan tenda dari Pemkot Pekanbaru.
 
Ny Rusmainah (50) tampak sibuk mengangkut kompor minyak tanahnya dari rumahnya  di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pesisir yang kini tergenang air setinggi 1,5 meter. Nenek enam orang cucu ini, membawa kompor minyak tanahnya ke tepi badan jalan Nelayan.
 
"Di dalam rumah sudah tidak bisa memasak lagi. Seisi rumah sudah tergenang air. Saya hanya dapat menyelamatkan  kompor, beras, tempat tidur ke tepi badan jalan. Kalau tidak ada kompor, bagaimana kami mau makan nanti," curhat Ny Rus pada detikcom, Selasa (25/3/2008) di Pekanmbaru.
 
Ny Rus hanyalah seorang dari ribuan penduduk lainnya yang terpaksa mengungsi ke tepi badan jalan. Rumah-rumah di Kecamatan Rumbai kini sudah tergenang air akibat luapan dari sungai Siak yang membelah kota Pekanbaru.

Warga korban banjir kini ramai-ramai mengungsi ke tepi badan jalan Nelayan dan Jl Yos Sudarso. Akibatnya kedua badan jalan ini kini sesak dengan tenda-tenda darurat. Badan jalan yang selama ini ramai oleh lalulalang kendaraan, kini macet.
 
Kiri dan kanan kedua badan jalan itu, kini berbaris tenda-tenda plastik yang dibangun seadanya sebagai tempat pengungsian warga. Warga berharap segera mendapatkan tenda bantuan yang lebih layak.
 
"Kami mengungsi ditenda darurat ini sudah dua hari ini. Tenda kami ini sangat tidak layak untuk dihuni. Kami mengharapkan Pemkot Pekanbaru memberi bantuan tenda lagi," harap Mukmin (45) salah seorang warga yang mengungsi.
 
Di tenda darurat inilah, lebih dari 500 KK berbaur bersama. Mereka juga membuat dapar umum untuk menyediakan nasi untukp keluarga mereka. "Kami menyiapkan makananan ala kadarnya terutama untuk anak-anak," terang Ny Wat, yang kebagian tugas sebagai juru masak di dapur umum di tepi badan jalan Yos Sudarso.
(cha/djo)


Berita Terkait