Demikian hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang disampaikan Direktur LSN Umar S Bakry dalam jumpa di Hotel Sofyan, Jl Cut Meutia, Menteng,
Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2008).
Survei yang dilakukan di 33 provinsi diikuti oleh 2.178 responden pada Januari-Pebruari 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini artinya bukan hanya SBY-JK yang diharapkan publik tidak mencalonkan lagi, tapi juga tokoh senior lainnya, seperti Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, Gus Dur, Wiranto dan Akbar Tandjung," kata Umar.
Umar menyatakan, apabila Pilpres 2009 juga diikuti siapa saja termasuk alumni kandidat 2004, maka Sri Sultan HB X, Prabowo dan Sutiyoso ternyata menjadi tokoh yang sangat kuat untuk nominasi calon wakil presiden.
"Dari 89 pasangan capres dan cawapres yang ditawarkan ke publik, Sri Sultan, Prabowo dan Sutiyoso masuk dalam 10 besar pasangan capres dan cawapres favorit publik," ujarnya.
Latar Belakang TNI
Kesepuluh besar pasangan itu adalah SBY-Sultan (50%), Mega-Wiranto (46,3%), SBY-Wiranto (45,7%), Mega-Sultan (45,6%), SBY-JK (43,8%), Wiranto-Sultan (42,1%) Mega-Prabowo (41,9%), SBY-Sutiyoso (41,1%), SBY-Hidayat (40,5%), SBY-Prabowo (39,9%).
Survei menunjukkan kriteria ideal bagi capres yang dikehendaki publik, yaitu berlatar belakang TNI, pendidikan S1, berasal dari suku Jawa, berumur tidak lebih dari 60 tahun, tegas dalam ambil keputusan dan tokoh yang merakyat.
"Dari kriteria yang ada itu, menurut publik, Prabowo Subianto satu-satunya tokoh yang memenuhi kriteria," kata Umar.
Umar menilai ada inkonsistensi publik terhadap pilihannya. Misalnya, ketika masyarakat sudah tidak suka dengan SBY-JK, namun masih memilihnya. Hal ini karena belum ada tokoh alternatif baru dan muda yang muncul.
"Ini yang kami terus dorong untuk melakukan survei sampai menemukan tokoh alternatif yang benar-benar diharapkan masyarakat," ujarnya. (zal/aan)










































