Kalla Harap Mahasiswa Hukum Mau Jadi Hakim dan Jaksa

Kalla Harap Mahasiswa Hukum Mau Jadi Hakim dan Jaksa

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2008 13:42 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap mahasiswa hukum tidak hanya bercita-cita menjadi pengacara. Tapi juga harus memiliki cita-cita menjadi hakim dan jaksa.

"Tadi ada sentilan dari Pak Wapres, kalau bisa juga masuk menjadi hakim dan jaksa," kata Dekan Fakultas Hukum UI Hikmahanto Juwana usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (25/3/2008).

Wapres menilai kurangnya minat mahasiswa terbaik lulusan Fakultas Hukum untuk menjadi hakim dan jaksa turut menyumbang keterpurukan hukum di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Argumentasi itu lebih penting dan sangat penting, dibanding lobi-lobi. Jadi, salah satu faktor yang perlu dicamkan bagi perbaikan hukum ke depan adalah banyaknya hakim dan jaksa di sektor publik yang memiliki kemampuan argumentasi," ujar Kalla yang ditirukan Hikmahanto.

Hikmahanto mengakui selama ini banyak mahasiswa hukum yang lebih memilih profesi pengacara ketimbang profesi hakim dan jaksa.

"Karena ya memang masalah kesejahteraan ini yang membuat mahasiswa tidak mau menjadi hakim dan jaksa," ungkapnya.

Kompetisi Hukum

Dalam kesempatan ini Hikmahanto memperkenalkan 9 mahasiswa hukum asal UI dan Universitas Parahiyangan yang akan mengikuti kompetisi pengadilan semu International atau Jessup International Law Moot Court Competition di Washington DC AS pada 7 hingga 8 April mendatang.

Wapres pun berharap kesembilan mahasiswa itu bisa menjuarai kompetisi dan dapat menjadi generasi aparat penegak hukum yang handal di masa mendatang.

"Karena kalau masih seperi ini, kita akan sulit maju, investasi juga akan sulit," kata Hikmahanto.

Dalam kompetisi ini, lanjut Hikmahanto, Indonesia sudah berpartisipasi sebanyak 8 kali. Namun, Indonesia baru sekali menduduki posisi 10 besar dunia.

Wapres, kata Hikmahanto, berpesan agar kemampuan mahasiswa hukum ini tidak hanya diasah dalam berbahasa Inggris. Mereka juga harus digembleng mengenai riset.

"Riset ini penting sekali. Kalau orang hukum atau lawyer harus bisa melihat suatu fakta dari dua perspektif yang berbeda," pungkasnya.
(ary/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads