Para pendukung Abdul Gafur tiba di kantor Gubernur Maluku Utra, Jl Pahlawan Revolusi, Ternate, Selasa (25/3/2008) sekitar pukul 13.30 WIT. Mereka datang dengan menggunakan berbagai kendaraan roda 4 dan roda 2.
Dalam orasinya, massa meminta Menteri Dalam Negeri segera melantik Abdul Gafur dan Abdurrahman Fabanyo sebagai gubernur dan wagub Maluku Utara. Selain berorasi, massa juga membakar sejumlah ban mobil bekas.
Dalam aksi demo tersebut sempat terjadi kericuhan. Sejumlah demonstran memukuli seorang pegawai negeri sipil kantor gubernuran Maluku Utara. Namun peristiwa itu tidak memicu bentrokan yang lebih besar lagi.
Puas berorasi, para pendukung Gafur kemudian melakukan konvoi kendaraan. Mereka menyusuri sejumlah jalan dari utara hingga selatan kota Ternate.
Menteri Dalam Negeri hingga kini belum memutuskan pasangan gubernur dan wagub sebagai pemenang pilkada Maluku Utara yang sah. Sengketa Pilkada Maluku Utara ini terjadi antara pasangan Gafur-Fabanyo dan Thaib Armaiyn-A Ghani Kasuba. Menurut hasil penghitungan suara versi KPUD Maluku Utara non-aktif, Pilkada dimenangkan oleh pasangan Thaib Armayn-Gani Kasuba. Sementara versi KPU Pusat memenangkan Gafur-Fabanyo. (djo/nrl)











































