"Saya katakan, saat itu saya berumur sekitar 22 atau 23 tahun. Saya mencobanya beberapa kali," kata Paterson kepada saluran televisi NY1 seperti dilansir AFP, Selasa (25/3/2008).
Waktu itu, kata Paterson, dia sempat menggunakan ganja dan kokain. Namun politisi keturunan Afro-Amerika itu mengaku telah berhenti 'nyimeng' sejak tahun 1970-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa begitu buruk dengan situasi ini. Tetapi saya tidak merasa buruk dengan menceritakan hal ini. Saya berpikir inilah yang diinginkan publik untuk dilakukan pejabat," urai Paterson.
"Saya mencoba untuk jujur dan transparan dengan apa yang ingin diketahui publik," imbuh pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur New York itu.
Meski demikian, pengakuan itu dinilai tidak akan menghancurkan karir politiknya, sebagaimana politisi AS lain. Misalnya mantan presiden Bill Clinton yang mengakui pernah menjadi pengguna narkoba di masa silam. Clinton juga mengakui skandal perselingkuhannya saat berkantor di Gedung Putih.
Sementara itu, pendahulu Paterson, yaitu Eliot Spitzer mundur pada 12 Maret 2008. Pengunduran diri Spitzer hanya berselang dua hari setelah media gencar memberitakan skandal seksnya dengan pelacur papan atas, Ashley Alexandra Dupre.
(fiq/nrl)










































