Hasil ini disambut gegap gempita anggota parlemen pendukung Gilani yang sebagian besar adalah pengikut mantan PM Benazir Bhutto. Sorak sorai memenuhi gedung parlemen Pakistan menyambut kemenangan mantan anggota parlemen yang pernah dipenjara 5 tahun di bawah kepemimpinan rezim Presiden Pervez Musharraf.
"Hidup Bhutto. Pergi, Musharraf, pergi," teriak mereka seperti yang diberitakan AFP, Senin (24/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gilani adalah mantan anggota parlemen yang pernah merasakan 5 tahun dinginnya penjara di bawah rezim Presiden Pervez Musharraf.
"Hari ini, demokrasi telah kembali berkat pengorbanan Bhutto," kata Gilani dalam pidato perdananya di hadapan parlemen.
"Saya mengundang semua kekuatan politik untuk bergabung bersama karena negara ini sedang menghadapi krisis yang tidak bisa ditangani oleh satu orang," tambah pria berumur 55 tahun itu.
Selanjutnya Gilani akan diambil sumpahnya oleh rivalnya sendiri, Presiden Pervez Musharraf, pada Selasa besok.
Beredar spekulasi Gilani hanya sebagai 'PM sementara' sampai suami Bhutto, Asif Ali Zardari, bisa bersaing sebagai calon PM lewat pemilu yang akan digelar Mei mendatang. Namun Zardari membantah spekulasi itu.
"Saya tidak tertarik (menjadi PM). Gilani akan menjadi PM selama 5 tahun, bukan 3 bulan," tegas Asif. (gah/asy)











































