Pilih Jampidsus, SBY Jangan Kena Lobi Obligor Nakal

Pilih Jampidsus, SBY Jangan Kena Lobi Obligor Nakal

- detikNews
Senin, 24 Mar 2008 18:53 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera memilih 3 nama dari calon Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang sudah disodorkan Kejagung. Jangan sampai masa kekosongan jabatan ini dimanfaatkan oleh obligor nakal BLBI untuk melobi SBY.

"Kita harapkan presiden, jangan berlama-lama. Harus segera responsif, sebab posisi Jampidsus sangat strategis," kata Ketua Komisi III Trimedya Pandjaitan kepada detikcom, Senin (23/3/2008).

Trimedya mengatakan, seiring dengan ditunjuknya M Farella sebagai Direktur Penyidikan Pidsus, maka 3 nama yang telah diajukan dan masuk TPA harus segera diputuskan presiden. "Saya khawatir, nanti di masa-masa ini dimanfaatkan obligor nakal untuk melobi SBY. Apalagi sebelumnya, 8 obligor nakal mendapat karpet merah di istana," tutur Trimedya.

"Yang saya takutkan, nanti SBY akan memilih orang yang tidak tepat. Memilih atas permintaan dan lobi obligor nakal," tambah Trimedya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Trimedya, Jampidsus yang akan terpilih nantinya harus memprioritaskan kasus yang paling menonjol, terutama para kasus BLBI. "Pastinya Jampidsus akan melaksanakan perintah Jaksa Agung terlebih dulu. Namun prioritas tetap pada penuntasan kasus BLBI, terutama para obligor nakal yang belum menyelesaikan kewajibannya," ujar Trimedya.

Trimedya mengatakan, penyelesaian para obligor nakal ini terkait dengan pengembalian aset-aset rakyat yang dikeruk mereka, yang hingga kini belum dikembalikan. "Ini yang harus segera dituntaskan. Kita tidak ingin muncul Jaksa Urip yang lain di kemudian hari," jelas Trimedya.

(mar/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini