Ceramah Hassan kepada Taruna Akmil dan Taruna Akademi TNI ini berlangsung di Gedung Sudirman, Kompleks Akmil Lembah Tidar, Magelang. Acara yang dihadiri sekitar 1.000 taruna tingkat 1,2, dan 3, serta pendamping taruna itu dimulai pukul 17.45 WIB. Turut hadir di acara ini, Gubernur Akmil Mayjen TNI Sabar Yudho.
Dalam ceramahnya, Hassan mengatakan tugas diplomasi Indonesia adalah menjaga agar wilayah Indonesia tetap utuh dan tidak terpecah-pecah. Tidak ada kantong-kantong wilayah asing dalam negara Republik Indonesia. Selama 25 tahun Indonesia berjuang, sejak Perdana Menteri Djuanda dan tahun 1982 batas wilayah nusantara selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan TKI, kata Hassan, Deplu sudah banyak membantu penyelesaian masalah TKI yang ada di luar negeri. Sebanyak 5 juta TKI bekerja di negeri orang, baik di sektor formal, maupun informal. "Ini jadi perhatian kita sekarang untuk dibantu," jelas dia.
Hassan juga membantah kegiatan Asean hanya Nato (no action talk only). Menurut dia, Asean sudah banyak berperan dalam menjaga perdamaian di wilayah Asean.
"Ini harus disyukuri Asean relatif stabil dibanding wilayah Asia lain, seperti di Timur Tengah yang sekarang masih sering terjadi konflik," kata dia. Usai ceramah di Akmil, Hassan melanjutkan ceramah di SMA Taruna Nusantara. (bgs/asy)











































