Spesial Karena Dermawan

Gaya Artalyta di Penjara (3)

Spesial Karena Dermawan

- detikNews
Senin, 24 Mar 2008 13:02 WIB
Jakarta - Sosok Artalyta sebulan terakhir begitu menghebohkan. Dugaan suap terhadap seorang jaksa yang menangani kasus BLBI, Urip Tri Gunawan, sebesar Rp 6 miliar, membuatnya jadi sorotan. Apalagi kabar yang santer di publik menyatakan kalau suap itu ada kaitannya dengan SP3 terhadap obligor BLBI Sjamsul Nursalim.

Ayin panggilan akrab Artalyta memang sosok perempuan yang istimewa. Orang dekat Samsul Nursalim, yang punya seabreg kolega di kalangan politisi maupun pengusaha ini sejak dulu menjadi orang yang spesial karena 'dermawannya'. Tak heran jika PKB sempat mendaulatnya menjadi bendahara umum di partai bentukan mantan Presiden Abdurahman Wahid tersebut. Tapi sejak ditangkap nama itu tiba-tiba menghilang.

Sosok yang spesial bagi banyak kalangan ini membuat Ayin layak mendapatkan hak istimewa, sekalipun di dalam Rutan Pondok Bambu. "Belum ada sejarahnya KPK memindahkan tahanan titipannya dari polda ke Rutan Pondok Bambu," jelas ahli hukum Universitas Indonesia (UI) Rudi Satrio.

Penampatan tersangka KPK di Pondok Bambu, imbuh Rudi, tergolong baru. Sebab biasanya tahanan KPK dijebloskan ke tahanan Polda Metro Jaya atau Mabes Polri. Hal ini menurut Rudi, sengaja dilakukan supaya Ayin bisa menikmati layanan istimewa sekalipun di dalam penjara.

Tambah Rudi, perlakuan khusus bisa diterima oleh seorang narapidana atau tahanan titipan jika ada alasan yang khusus. Alasan khusus tersebut terdiri dari adanya ancaman dari dalam pihak rutan atau napi dan karena sakit. Jika bukan disebabkan oleh hal itu maka perlakuan khusus tidak bisa diterima oleh Ayin. Ia harus diperlakukan sama dengan narapidana wanita yang berada di rutan tersebut.

Rudi juga menjelaskan tidak berfungsinya jammer yang dipasang khusus untuk Ayin juga perlu dipertanyakan. "Kalau memang alat itu untuk mencegah Ayin berkomukikasi ke dunia luar, kenapa Ayin bisa menelepon atau sebaliknya," ujarnya.

Jadi kalau alat itu tidak berfungsi tinggal dilihat apa yang salah. Alatnya yang jelek, sengaja dimatikan atau alat itu memang rusak.

Ketua KPK Antasari Azhar saat dihubungi mempersilakan untuk menanyakan soal Ayin ke Rutan Pondok Bambu. Karena sekarang yang mengawasi rutan tersebut. Tapi bila memang ada`perlakuan khusus, lanjut Antasari, ia akan mempertanyakannya.

Tapi kata Antasari, KPK memang punya alasan khusus kenapa menggiring Ayin ke Pondok Bambu. Hanya saja alasan itu bukan untuk konsumsi publik," pokokny ada deh," jelas Antasari. (ron/ddg)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads