"Pesantren harus mengambil peran aktif. Selama ini peran pesantren tidak tampak," kata Wakil Ketua Mustasyar NU KH Mustofa Bisri.
Hal itu disampaikan dia dalam Seminar dan Bahtsul Masail Peran Pesantren dalam Mencegah Kekerasan Berbasis Agama di Hotel Bintang Griyawisata, Jl Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekerasan yang menggunakan agama tidak muncul dari desa tapi dari kota," jelasnya.
Masalahnya, lanjut kiai yang akrab disapa Gus Mus ini, pesantren-pesantren dan kiai lebih banyak berada di desa.
"Pesantren dan kiai harus tampil karena selama ini perannya tidak tampak," imbuh Gus Mus.
Dalam pandangan Gus Mus, kekerasan berbasis agama terjadi karena pemahaman agama yang dijadikan landasan kelompok atau orang tertentu yang diwujudkan dalam tindakan sangat minim.
"Kekerasan terjadi karena pendalaman agama seseorang kurang. Dia baru tahu sedikit dan kemudia berhenti belajar," tutup Gus Mus.
(bal/ana)











































