Para tukang ojek yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di kampus UI ini ingin berdialog dahulu dengan pihak rektorat UI untuk mencari win win solution.
"Kalau sudah mentok, baru kita demo besar-besaran," ancam Napsin (50), salah seorang tukang ojek di UI, Jl Raya Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (24/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Napsin memprotes jika tukang ojek dilarang masuk kampus UI maka akan membuat 800 tukang ojek kehilangan mata pencariannya. "Saya saja sudah 25 tahun ngojek disini masak tiba-tiba dilarang," ujarnya.
Sementara itu mahasiswa UI juga keberatan dengan adanya pelarangan tukang ojek masuk kampus UI itu.
"Jangan ditutup. Kalau buru-buru tidak bisa naik bus. Harus naik ojek. Bus memang gratis, cuma kadang-kadang kalau ngejar waktu mending naik ojek. Kalau pulang malam kadang nggak ada bus," kata Winda mahasiswi Fisip UI. (ziz/nvt)










































