Permadi Pertanyakan Sikap Pemerintah Soal Adnan Buyung

Permadi Pertanyakan Sikap Pemerintah Soal Adnan Buyung

- detikNews
Senin, 24 Mar 2008 10:49 WIB
Jakarta - Interogasi 2,5 jam Adnan Buyung Nasution dan Abdul Rahman Saleh oleh imigrasi Singapura di Bandara Changi membuat geregetan anggota Komisi I dari FPDIP Permadi. Dia meminta ketegasan sikap pemerintah RI.

Dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Polhukam Widodo AS, Mendagri Mardiyanto, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan KaBIN Syamsir Siregar, anggota Komisi I memberondongi mereka pertanyaan. Salah satunya soal sikap pemerintah yang lembek pada negara tetangga.

Permadi meminta pemerintah lebih tegas terhadap tindakan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terbaru, Saudara Adnan Buyung dan Rahman diinterograsi seperti TKW. Ini tidak bisa diterima. Pemerintah harus tegas. Jajaran Menko Polhukam tidak boleh diam. Kalau kita diam, akan dilecehkan terus," kecam Permadi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/3/2008).

Permadi mencontohkan lagi ketidaktegasan pemerintah RI. Misalnya, kasus kapal patroli RI di Ambalat pernah ditabrak oleh kapal patroli Malaysia. "Tapi kita diam, karena kita tidak tegas," semprot pria yang hobi berkostum hitam-hitam itu.

Di Timor Timur, Permadi mencontohkan lagi, para pengungsi sudah berani membakar rumah penduduk. "Daripada memberi makan kepada para pengungsi yang sudah merdeka, diusir saja mereka kalau sudah mengganggu penduduk," kecamnya.
(ana/nrl)


Berita Terkait