Kekecewaan itu salah satunya diungkapkan Niko, warga Kalideres, Jakarta Barat. Niko mencontohkan, jalan rusak yang berada di depan SMU 84 Jakarta Barat yang kini rusaknya makin parah tak juga diperbaiki. "Kini malah diberi rambu. Ini kan aneh, seakan-akan pemda kita tak berniat memperbaikinya," ujar Niko.
Niko menilai, pemberian rambu itu sebagai upaya pembelaan diri Pemda DKI Jakarta jika jalan rusak itu memakan korban. "Pemda bisa kasih alasan, loh kita kan sudah beri rambu. Mereka harusnya memperbaiki," tambah Niko kepada detikcom, Senin (23/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinda sebenarnya bisa memahami pemberian rambu itu untuk memperingatkan pemakai jalan. "Tapi jangan pula, Pemda hanya cukup memberi rambu," tutur Dina.
Gadis manis ini juga heran dengan dipermanenkannya rambu peringatan jalan rusak. "Lucunya itu dipermanenkan, seakan memang tak ada upaya memperbaiki. Lalu ke mana saja pajak yang kami bayar," keluh Dina kesal. (mar/nrl)











































