Akibat kerusuhan ini sejumlah TPS dihancurkan. Mereka yang mengaku dari kelompok adat ini merasa tidak puas dengan cara pemilihan yang mengacu UU Pemerintahan Daerah.
Pantauan detikcom, Senin (24/3/2008), pada pukul 08.30 WIT TPS 8,9,10 dihancurkan kelompok ini. Kelompok adat ingin mengusung Bachtiar Fayapo tanpa ada proses pemilihan, melainkan langsung dilantik secara adat oleh Bupati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar tembakan, kelompok adat langsung berpencar dan melarikan diri. Namun beberapa dari mereka tertangkap tangan. Sekitar 12 orang ini diduga sebagai dalang kerusuhan. Saat ini mereka diamankan di Polsek Seram bagian barat sektor Huamual Muka.
Sementara, panitia Pilkades mengambil jalan alternatif memindahkan TPS yang sudah dihancurkan ke tempat yang paling aman.
Sekadar informasi, jumlah pemilih di Desa Luhu sekitar 4 ribuan sedangkan di sejumlah dusun ada 10 ribu pemilih sehingga total ada 14 ribu.
Sebelum kericuhan, kelompok adat sempat menyandera sejumlah kotak suara dan hingga kini masih berada di tangan mereka.
Dalam Pilkades ini ada 3 calon. Sedangkan Bachtiar memaksakan diri masuk dengan jalur cepat. Padahal kelompok adat telah diberi kesempatan mendaftar di panitia Pilkades, bahkan sudah diberi waktu 2 hari perpanjangan. Tetapi kelompok adat tak menanggapinya hingga batas akhir pendaftaran.
(mly/nrl)











































