Zona Hijau itu mencakup parlemen dan kantor perdana menteri Irak, dan juga kedutaan-kedutaan Amerika dan Inggris. Sirine tak henti-hentinya bergema dan pengeras suara menyuarakan agar warga berlindung.
Gumpalan asap hitam yang timbul dari ledakan menutupi kedutaan besar dan gedung pemerintahan yang ada di lokasi kejadian seperti yang dikutip The New York Times, Senin (24/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Philip T Reeker, juru bicara Kedubes Amerika mengatakan serangan mortir ini tidak menyebabkan kematian atau luka di zona hijau. Dia menyebutkan karena alasan pengamanan, pejabat Amerika tidak ada yang terkena serangan.
Tetapi menurut Kementerian Dalam Negeri Irak, ledakan mortir ini terasa hinga zona dan lahan di bab al-Sharji di pusat Baghdad. Ledakan ini membunuh satu orang dan melukai 5 orang. Seorang saksi mata mengatakan ledakan meriam ini terjadi sebanyak 6 hingga 10 kali.
Di Shuala, Barat Baghdad sebuah bom di parkir mobil meledak dan menewaskan 6 orang serta melukai 10 orang. Ledakan ini mengenai rumah2 dan toko di jalan utama.
"Kami sedang makan siang di restauran keruja nebdebfar suara ledakan yang menghancurkan kaca depan toko," kata Abbas Qasim (38) pemolok toko di jalan.
(mly/fiq)











































