Rijal ditahan oleh Internal Security Act Singapura. Lembaga ini membolehkan adanya penahanan tanpa ada pengadilan terlebih dahulu. Demikian dimuat situs Kementerian Dalam Negeri Singapura dan dilansir AFP, Minggu (23/3/2008).
"Saat ditangkap, Rijal diketahui bekerjasama dengan sejumlah elemen JI untuk membahas pengelompokan kembali untuk menghidupkan lagi jaringan gelap JI," kata Menteri Dalam Negeri Singapura dalam situs itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tahun 2000, pemimpin JI mengirim Rijal ke Afghanistan untuk menjalani latihan militer. Dia mengikuti latihan memegang senjata, bahan peledak, pengintaian, hingga strategi perang gerilya," jelasnya. (fiq/mly)











































