Penyelundup BBM Ilegal 16,5 Ton Ditangkap

Penyelundup BBM Ilegal 16,5 Ton Ditangkap

- detikNews
Minggu, 23 Mar 2008 19:18 WIB
Jakarta - Harga BBM jenis solar dan minyak tanah bersubsidi naik, gara-gara  langka di pasaran. Tentu saja hal ini tidaklah mengherankan. Sebab ada dugaan penyelundupan. Buktinya polisi menangkap oknum-oknum pelaku penyelundup, yang menjual barang tersebut kepada orang yang tidak berhak.

Penangkapan dilakukan dalam operasi yang digelar Polda Jabar pada Sabtu 22 Maret lalu di perbatasan wilayah Bogor dan Jakarta. Polisi menangkap 2 buah truk yang masing-masing berisi 8 dan 8,5 ton solar oplosan.

"Mereka menyelundupkan BBM bersubsidi dari daerah Jawa Barat ke DKI Jakarta," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira dalam pesan singkatnya yang diterima detikcom, Minggu (23/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meningkatnya upaya penyelundupan ini ditengarai akibat akan dihilangkannya kebijakan subsidi BBM untuk wilayah DKI Jakarta. "Total 4 tersangka kita amankan di Polres Bogor," tambah Abu Bakar.

Dia lalu merinci. Untuk truk yang pertama yang berisi 8 ton solar ditangkap Yadi Mulyadi (40), warga Bayongbong, Garut, yang juga sopir kendaraan itu. Serta 2 kernetnya yakni Tata Subrata (37) warga Cimahi Tengah, Bandung, dan Nandang (32) warga Bayongbong, Garut. Solar ini terdaftar atas nama Tatesehabudin, warga Cimahi Selatan, Bandung.

Sedang truk yang kedua berisi 8,5 ton solar oplosan diketahui pemiliknya PT Friama Fajar Mandiri yang berlokasi di Jakarta Timur. Sayangnya sopir truk ini keburu melarikan diri, hanya seorang kernet yang sempat diamankan.

"Seluruh barang bukti sekarang berada di Polres Bogor," tandas Abu Bakar. (ndr/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads