Pilkada, Etnis Tionghoa Terganggu Psikologisnya

Pilkada, Etnis Tionghoa Terganggu Psikologisnya

- detikNews
Sabtu, 22 Mar 2008 23:32 WIB
Palembang - Setiap menghadapi suksesi politik, etnis Tionghoa mengalami gangguan psikologis. Terutama ketika ikut pencalonan sebagai kepala daerah.

Demikian disampaikan guru besar IAIN Raden Fatah Palembang Prof Abdullah Idi dalam diskusi di Hotel Raden, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, yang diselenggarakan Sekolah Demokrasi Banyuasin, Sabtu (22/03/2008.

Misalnya, di Palembang, dalam proses pilkada walikota dan wakil walikotanya muncul satu nama bakal calon dari etnis tersebut, yakni Toni Huang. Namun, Toni yang mencoba mengambil porsi wakil walikota akhirnya tenggelam setelah tak ada parpol yang mencalonkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal dulu, etnis Tionghoa berpolitik melalui sejumlah parpol etnis Tionghoa. Itu menunjukan sudah ada kesadaran politik," katanya.

Di Palembang diperkirakan ada 300 ribu orang etnis Tionghoa. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang signifikan untuk menjadi lumbung suara dalam pemilu dan pilkada.
(tw/ary)


Berita Terkait