Seperti biasanya, setiap kali hujan deras turun, Palembang tergenang air. Hujan yang turun sejak pukul 18.00 hingga 20.30, membuat pemukiman penduduk di Plaju, Kertapati, Gandus, Jakabaring, Kalidoni, dan Sekip, tergenang air.
Berdasarkan pemantauan detikcom, Sabtu (22/03/2008) malam, misalnya banjir di Kalidoni, menggenangi rumah warga hingga 30 centimeter. Khususnya rumah yang dekat rawa-rawa. Banjir ini terjadi di pemukiman di Kelurahan Kalidoni. Penyebabnya lantaran parit baru yang berada di tepi Jalan Patal-Pusri tidak mampu menyalurkan air dari rumah warga dan rawa-rawa. Jalan Pusri-Patal itu sendiri dibangun di atas lahan rawa-rawa.
Di kawasan Celentang, Kalidoni, sejumlah pohon tumbang akibat terjangan angin yang cukup kencang. Pohon yang tumbang misalnya di halaman rumah Iskandar (43), "Pohon satu tumbang, yang agak besar patah," kata Iskandar.
Sejak pembangunan di Palembang selama 5 tahun ini berjalan cukup cepat, banyak kawasan resapan air, seperti rawa-rawa ditimbun. Lokasi penimbunan ini selain dijadikan lokasi rumah toko (ruko) serta bangunan lainnya.
Lokasi resapan air terbesar di Palembang yang telah ditimbun adalah Feben, Seberang Ilir, Palembang, yang kemudian dijadikan lokasi jembatan Musi II dan perumahan Polygon, tahun 1980-an, serta Jakabaring, Seberang Ulu, Palembang yang merupakan kawasan reklamasi sebagai proyeknya Sri Hardijanti Rukmana (Tutut) dan Ramli Hasan Basri (mantan Gubernur Sumsel tahun 1990-an). (tw/ary)











































