Itulah hasil studi klinis kepada 107 perempuan yang dilakukan para peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, dan dipublikasikan di British Medical Journal seperti dikutip New YorK Daily News, Jumat (21/3/2008).
Salah satu peneliti, Dr Sabura Allen mengatakan, hasil itu mengindikasikan bahwa perempuan menggunakan seks sebagai cara untuk mengatasi depresi. Hal itu sekaligus menguatkan penelitian yang dilakukan dia bersama timnya.
"Ketika depresi, orang merasa tidak aman dengan hubungannya dan khawatir pasangannya tidak lagi peduli dengannya," jelasnya.
Dia menambahkan, melakukan hubungan seks dapat membantu perempuan yang depresi menemukan rasa kedekatan dan keamanan.
Studi tersebut juga menemukan, depresi juga berhubungan dengan seks yang bebas dan tindakan yang mengarah pada petualangan. Pada perempuan lajang, hal itu berkait dengan beberapa hal seperti frekuensi yang menyebabkan hasrat seks itu muncul dan tingkat aktivitas seks yang beragam.
(nvt/nvt)











































