Tiga pangung didirikan di atas bukit yang rencananya akan dibangun perumahan mewah itu, tepatnya di Jalan Roro Jonggrang Timur XIV, Manyaran, Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2008).
Satu panggung utama disulap menjadi area ritus. Sedangkan 2 panggung lainnya digunakan untuk para tamu dan pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fragmen penyaliban Yesus diawali dengan dialog antara rakyat dengan Gubernur Roma
Pontius Pilatus. Rakyat yang pada saat itu merupakan penganut Yahudi menangkap dan
menginginkan Yesus dihukum karena menyebarkan ajaran baru yang dinilai sesat.
Atas berbagai pertimbangan, Pontius meminta rakyat memilih apakah Yesus atau penjahat kelas kakap bernama Barabas yang dilepas. "Barnabas, Barnabas, Barnabas," teriak rakyat.
Meski berat hari, Pontius akhirnya melepas Barnabas dan menghukum cambuk Yesus. Atas
desakan rakyat, Yesus dan dua pengikutnya disalib. Pada prosesi penyaliban, Yesus
digiring ke atas bukit sambil disiksa.
Fragmen tersebut tampaknya menyedot perhatian para pengunjung. Mereka tampak histeris saat melihat prajurit Romawi mencambuk dan menyalib Yesus. Apalagi saat cairan merah laiknya darah melumuri tubuh para 'aktor'.
Ketua Panitia, FB Djoko Sujono mengatakan, ritus semula akan digelar di halaman Gereja Santo Theresia. Namun karena setting lokasi tak memadai, akhirnya
Komunitas Paroki Bongsari mengadakan di bukit Manyaran.
"Kami berharap dengan fragmen penyaliban ini, umat bisa mengambil hikmah Paskah," kata Djoko. (try/aan)











































