"Akses yang tak semestinya ini sudah dideteksi Deplu. Mereka sudah ditindak sekarang. Bagaimanapun, kita segera mengambil langkah untuk menyelidiki, untuk meyakinkan kita ini tidak lebih dari rasa penasaran yang tidak patut," ujar Sekretaris Deplu AS Pat Kennedy seperti dilansir dari AFP, Jumat (21/3/2008).
Dua pegawai kontrak itu, lanjut Kennedy, sudah 3 kali melakukan perbuatan ini dalam kesempatan terpisah Januari, Februari dan Maret 2008. Namun, pihak Deplu menolak menjelaskan jenis informasi yang telah diakses, identitas 2 pegawai dan afiliasi politik pegawai itu.
Juru bicara kampanye Obama menuduh perbuatan itu sebagai tindakan George W Bush yang juga seorang Republik melakukan pelanggaran di luar batas privasi untuk mengakhiri politiknya. Pihak Obama juga memerintahkan administrasi Bush untuk menghormati hak warga negara.
"Kita minta diungkapkan siapa yang membuka-buka data paspor Obama, untuk tujuan apa, dan mengapa pemerintah butuh waktu lama mengungkapkan hal ini," ujar jubir Obama, Bill Burton.
(nwk/qom)











































