"Kami sedang watching tiga operator. Tidak perlu saya sebut, kan Anda udah tahu sendiri," ucap Menkominfo M Nuh kepada wartawan di RSU dr Soewandhie Jalan Tambah Rejo, Kamis (20/3/2008).
Menurutnya promo tersebut merupakan strategi marketing yang dilakukan oleh operator seluler menjelang pemberlakukan tarif interkoneksi 1 April mendatang. Atau dengan kata lain sedang melakukan pemanasan menyambut datangnya tarif interkoneksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja yang menjadi catatan M Nuh adalah apakah benar promo tarif termurah yang digeber operator telepon seluler itu akan sesuai dengan kenyataannya. Kalau benar, Depkominfo tidak mempermasalahkan. Namun kalau tidak sesuai dengan tarif yang dipromosikan, maka operator telepon seluler akan terkena peringatan.
"Mosok jek tas mlaku wis dilarang? Kan nggak apik. Jarno ae mlaku, mengko lek mlenceng baru tak jewer (Masa baru berjalan sudah dilarang? Kan tidak baik. Biarkan saja berjalan, kalau tidak tertib akan saya cubit kupingnya)," tambahnya. (stv/aba)











































