"Kami melihat konvoi besar kendaraan militer beserta tentara di belakangnya," ungkap jurnalis Jerman, Georg Blume, seperti dilansir AFP, Kamis (20/3/2008).
Salah satu konvoi militer ini mencapai panjang 2 kilometer, terdiri dari 200 truk dan 30-an tentara di masing-masing truk. Sehingga total, diperkirakan ada 6.000 tentara memasuki Tibet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah besar pasukan juga ditempatkan China di tetangga Tibet, Provinsi Sichuan. Sichuan merupakan rumah kedua bagi orang Tibet setelah Tibet itu sendiri.
Protes melawan pendudukan China yang telah berlangsung 57 tahun muncul sejak Jumat 14 Maret 2008 lalu. China menyebutkan para perusuh telah membunuh 13 warga sipil tak berdosa dan membantah telah mengerahkan pasukan bersenjata.
Sementara para pemimpin pro-kemerdekaan Tibet melansir, terdapat 100 orang yang terbunuh selama aksi yang telah berlangsung seminggu itu. China telah melarang jurnalis asing di Lhasa dan mencoba menahan para jurnalis berada di provinsi tetangganya.
Sang wartawan Jerman, Georg Blume, sendiri telah diperintahkan keluar dari Lhasa Kamis ini. Sehingga, mulai Kamis ini, tak ada lagi jurnalis asing di Ibukota Tibet, Lhasa. (aba/aba)










































