"Selama ini kita mengenal ini bangunan Sumatera, ini bangunan Jawa. Tapi belum ada inilah bangunan Indonesia yang punya ciri," katanya saat membuka pameran arsitektur 3 dekade di Galeri Nasional, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2008).
Menurut Kalla, selain memiliki ciri khas Indonesia, bangunan juga harus murah, hemat energi serta ramah lingkungan. "Tahun 70-an semua bangunan ber-AC bolehlah, karena minyak masih murah. Tapi sekarang buat apa ada udara aman. Kita harus mengubah lifestyle yang baru. Konsep arsitek yang hemat tanah, hemat energi, dan bagaimana mencipatakan bangunan hijau," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perlu gelar sayembara cari format yang betul. Kalau bikin rumah mewah harga tanah Rp 10 juta/ meter full AC, saya kira semua orang bisa. Tapi bagaimana bikin rumah dengan harga tanah Rp 2 juta/meter itu hanya arsitek yang bisa," tantangnya.
Pameran itu sendiri diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI). Perhelatan akan berlangsung dari tanggal 19-26 Maret dan terbuka untuk umum. (gah/gah)











































