Seharusnya, pesawat bernomor GA 318 take-off dari Bandara Cengkareng, Tangerang, Banten, pada pukul 14.00 WIB, Rabu (19/3/2008). Namun pihak Garuda mengumumkan penundaan keberangkatan alias delay.
"Kita dijanjikan dapat pesawat pukul 16.30 WIB," kata salah seorang calon penumpang, Djoko kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bilang itu pesawatnya dari Denpasar, tidak bisa terbang karena kerusakan teknis," kata Djoko menirukan petugas Garuda.
Lantas perwakilan manajer Garuda datang dan menjanjikan calon penumpang bisa terbang pada pukul 19.30 WIB. Calon penumpang juga akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 200 ribu sebagai kompensasi atas molornya jadwal penerbangan.
Namun, pihak Garuda juga mengumumkan adanya 20 kursi bagi 20 orang calon penumpang GA 318. Keduapuluh orang ini akan diberangkatkan pada pukul 17.30 WIB.
Kontan saja 20 kursi ini menjadi rebutan. Penumpang, lanjut Djoko, tentu saja ingin jadwal yang tidak semakin molor. Namun belum ada ketentuan siapa yang berhak mendapatkan kursi terbatas ini.
"Katanya akan ada pendaftaran ulang. Tapi ini belum jelas, makanya jadi ricuh begini," keluh Djoko.
Calon penumpang yang kesal pun meluapkan amarahnya pada petugas Garuda. Dengan nada tinggi mereka melontarkan makian.
"Jadi kita mau menumpang pesawat rusak nih ceritanya," kesal seorang calon penumpang.
"Garuda ini kok nggak beradab!" kata calon penumpang lainnya.
Sekitar pukul 17.20 WIB, seluruh penumpang pun mendapat kepastian diangkut dengan penerbangan bernomor GA 323. Djoko yang kesal pun mengaku tidak lagi memikirkan bagasinya.
"Kalau ada niat baik Garuda, seharusnya tidak perlu delay kan yang merugikan moril dan materiil penumpang," keluh Djoko. (fiq/ana)










































