"Jangan buru-buru pendidikan gratis, yang paling penting semua anak bisa sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) Margani.
Hal itu disampaikan dia dalam acara 'Ngobrol Santai' di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/3/2008).
Meski tidak gratis, kata Margani, ada mekanisme lain yang dapat membantu anak-anak yang kurang mampu agar dapat bersekolah.
"Misalnya dengan subsidi silang, yang mampu memberi yang nggak mampu. Kalau itu bisa dilakukan, saya pikir itu hasilnya akan lebih baik daripada pendidikan gratis," ujar Margani.
Manurut Margani, jika ingin memberikan pendidikan gratis untuk pendidikan setingkat SMA, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 4 triliun.
"Saya tidak tahu itu anggarannya ada atau tidak. Bisa ditanyakan kepada Bapeda," pungkas Margani. (ken/fay)










































