Mantan Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Agama (Depag) ini berangkat ke Singapura pada hari Minggu (16/3/2008). Dia memang memiliki jadwal untuk berobat ke RS Mount Elizabeth. Kepergian Qodri ke Singapura didampingi dua staf dari Kantor Menko Kesra.
"Berangkat hari Minggu kemarin. Ini merupakan berobat ke Singapura ketiga kalinya. Sebelumnya sudah dua kali. Mas Qodri memiliki penyakit sesak nafas, juga paru-paru," kata adik kandung almarhum, Maskuri Abdillah, saat dihubungi detikcom, Rabu (19/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya penyakitnya juga tidak berat. Kemarin pergi hanya untuk berobat saja. Sebelum meninggal satu setengah jam lalu, Mas Qodri juga masih bisa berbincang-bincang dan kirim SMS ke istri," kata Maskuri, mantan Pembantu Rektor UIN Syarif Hidayatullah yang kini menjabat Sekretaris Wantimpres ini.
Rencananya, jenazah Prof Dr Qodri akan dibawa ke Jakarta Kamis (20/3/2008) besok. Setelah tiba di Jakarta, jenazah akan dibawa ke Weleri, Kendal, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.
Qodri yang meninggal dunia dalam usia 53 tahun itu meninggalkan seorang istri, Siti Hajar, dan empat orang anak. Saat ini, pihak keluarga berkumpul di rumah duka, di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menunggu kepastian informasi pemulangan jenazah ke Jakarta. (asy/nrl)










































