Ada sekitar 30 mahasiswa aktivis PMII yang terganjal terbang ke Batam dengan AdamAir. Mereka berasal dari berbagai kota, seperti Malang, Surabaya, Banten, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Mereka akan pergi ke Batam untuk mengikuti Kongres PMII yang digelar di kota tetangga Singapura itu.
Seharusnya, mereka terbang ke Batam Selasa (18/3/2008) kemarin. Namun, karena pesawat AdamAir tidak terbang, akhirnya mereka pun dengan sabar menunggu penerbangan AdamAir hari ini. Selasa malam, mereka diinapkan di mess AdamAir bersama para penumpang lain. Total ada sekitar 102 penumpang AdamAir yang akan terbang ke Batam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa UIN Bandung ini menyatakan, karena AdamAir tetap tidak mau menerbangkan pesawat ke Batam, maka pihaknya meminta AdamAir menyediakan tiket pengganti ke Batam. "Kami tidak mau diganti dengan uang. Kami tetap bertahan untuk minta tiket pengganti. Ini harga mati," tegas pemuda ini.
Kalau AdamAir menolak memberi tiket pengganti? "Kami akan demo besar-besaran ke AdamAir. Tapi, kami masih akan koordinasi dulu, karena ini keputusan organisasi," ancam dia.
Selain itu, kata dia, mahasiswa PMII juga akan menyita aset-aset AdamAir yang lain. "Kami akan lihat nanti apa aset lain yang bisa kami sita," ujar dia. Saat ini, aktivis PMII ini masih menyita satu buah mobil Isuzu Elf milik AdamAir. Kunci mobil ini mereka bawa, sehingga mobil tersebut terlihat terparkir di dekat kantor AdamAir.
Hingga pukul 13.20 WIB, mahasiswa PMII yang terlantar ini masih berkumpul di depan Kantor AdamAir Bandara Soekarnor-Hatta. (asy/nrl)










































