Penyebabnya, moda transportasi yang akan membawa mereka ke tujuan telah wassalam. Tiket telah dipegang, tapi tak ada pesawat yang membawa mereka karena dilarang terbang pemerintah. Izin terbang AdamAir dicabut sejak Selasa (18/3/2008) selama 3 bulan.
Sejak awal pekan, AdamAir yang dilanda krisis keuangan, menjanjikan dua hal kepada pelanggannya yang keburu telah booking kursi. Pertama, tiket akan di-refund dan dipersilakan mencari maskapai lain. Kedua, atau AdamAir mengalihkan penerbangan ke maskapai lain.
Kedua hal ini menjadi janji yang sulit dipenuhi oleh AdamAir. Calon penumpang sulit mendapatkan kembali uangnya. Calon penumpang yang ngomel-ngomel di Bandara Cengkareng, disarankan petugas konter AdamAir untuk refund ke kantor pusat AdamAir di Jl Peta Barat, 2 km dari bandara. Sedangkan calon penumpang di Bandara Ngurah Rai Denpasar, malah dijanjikan refund lewat rekening bank. Jelas janji yang menyulitkan!
Mengalihkan calon penumpang ke maskapai lain juga bukan hal sepele. Maklum, sekarang sedang peak seasons. Semua kursi pesawat telah ludes sejak jauh-jauh hari. Semua penumpang menguber libur panjang pekan ini.
Jikalau calon penumpang AdamAir sukses mendapatkan duitnya kembali, dijamin mereka sulit mendapatkan tiket maskapai lain menjelang long weekend ini. Mau pindah ke kereta api? Bukan hal mudah juga, sebab tiket KA untuk pekan ini sudah ludes sejak sebulan lalu.
Alhasil, calon penumpang AdamAir pun kekeleran. Mereka hanya bisa menunggu dan mengomel. Libur panjang jadi cerita menyebalkan. (nrl/fay)











































