Baperjakat mulai bekerja sejak pencopotan Kemas, Senin 17 Maret 2008. Mereka mulai mengumpulkan dan menyeleksi calon Jampidsus yang akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejauh ini belum diketahui siap saja nama-nama calon Jampidsus, namun di kalangan wartawan yang sehari-hari meliput di Kejagung, beberapa nama pejabat Sesjam disebut-sebut bakal calon terkuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Baperjakat Muchtar Arifin mengatakan pihaknya mengupayakan Jampidsus baru berasal dari internal Kejagung sendiri. ia merasa yakin orang dalam masih mampu memimpin Jampidsus.
"Yang penting jampidsus bisa melakukan misi pidana khusus," ujar Muchtar yang juga Wakil Jaksa Agung di Kantor Kejagung Jalan Sultan Hasanudin Jakarta Selatan.Selasa (18/3/2008).
Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan pejabat setingkat JAM akan dipilih sebagai calon jampidsus.
Sempat beredar kabar pula Ketua Pusdiklat Kejaksaan Marwan Efendi dilirik oleh Baperjakat, namun ketika dikonfirmasi meneganai hal itu, Muchtar buru-buru membantah kedatangannya ke Pusdiklat Kejaksaan kemarin (selasa) untuk membahas pergantian Jampidsus, ia mengaku hanya memberikan ceramah di acara pendidikan jaksa dan hakim.
"Ah, ndak saya ke Pusdiklat memberikan ceramah, ada siswa-siswa yang sedang mengikuti pendidikan jaksa dan hakim terpadu," tukasnya.
Muchtar berharap dapat ditentukan hari ini. 3 nama calon Jampidsus akan diserahkan pada Presiden SBY Senin depan (24/3/2008).
Siapapun yang nanti menduduki Jampidsus akan menanggung beban kerja yang berat. Selain melanjutkan penanganan kasus-kasus korupsi jampidsus baru harus sekuat tenaga memulihkan citra Pidsus yang hancur oleh adanya kasus suap Jaksa Urip yang mnyebabkan Kemas dan Dirdik M Salim dicopot. Tak hanya itu jampidsus baru harus bekerja dengan personil-personil yang baru juga, sebab pejabat-pejabat di lingkungan Pidsus akan dirombak dalam rangka revitalisasi. (rdf/ndr)











































