Hal tersebut disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi dalam diskusi bertajuk Masalah delay maskapai di Mario's Place, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2008).
"Sopir habis lisensi atau tidak, mobil itu ingin memberikan pelayanan yang terbaik pada maskapainya. Dia terburu-buru agar maskapainya tidak delay," ujar Tatang.
tatang menjelaskan lalu lintas pendukung pesawat di apron (tempat parkir pesawat) bandara memang sibuk. Aneka kendaraan hilir mudik di apron seperti kendaraan katering, seperti kendaraan bahan bakar, kendaraan cargo dan sebagainya.
"Koordinasi kendaraan ini kurang. Sebaiknya koordinasi ini ditingkatkan," kata Tatang.
Sementara Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanudin menyatakan sependapat dengan Tatang. Bahkan Tengku mengatakan sepeda motor sering berseliweran di bandara.
"Di Cengkareng itu, sepeda motor jalan tidak di jalurnya. Tapi dia potong tempat apron pesawat, tidak ada yang menegur," kata Tengku.
Pada 25 Februari 2008, pesawat Boeing B 737-400 milik Garuda Indonesia ditabrak mobil katering di Bandara Ngurah Rai, Bali. Akibatnya badan pesawat lecet-lecet, sehingga pesawat yang mestinya terbang ke Singapura itu sempat tidak beroperasi.
Pada 28 Februari 2008 insiden mobil katering yang menabrak pesawat terulang lagi pada pesawat Garuda Indonesia. (nwk/rdf)










































