"Ini sebenarnya hanya masalah kontrak jual beli biasa. Kalau pelanggan kita default, tentunya akan kita hentikan pasokannya," kata Manajer Pemasaran Pertamina Aviasi Rizki kepada detikcom, Selasa (18/3/2008).
Rizki tidak mengetahui secara persis berapa kewajiban AdamAir kepada Pertamina yang belum dibayarkan. "Jumlahnya cukup banyak, angka persisnya saya kurang tahu karena saya masih di Bali. Tapi jumlahnya mencapai miliaran rupiah," tutur Rizki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang diterima detikcom, sejak 18 Maret 2008, unit bisnis Aviasi Pertamina tidak lagi melayani penjualan avtur kepada AdamAir. Keputusan ini diambil karena AdamAir masih memiliki utang senilai Rp 43 miliar. Akibat kesulitan avtur ini, membuat penerbangan AdamAir hari ini di Medan terganggu dan penumpang terlantar.
(mar/nrl)











































