Polisi Perkosa Tahanan, Korban Masih Syok Berat

Polisi Perkosa Tahanan, Korban Masih Syok Berat

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2008 12:14 WIB
Semarang - Korban pemerkosaan oknum polisi, Sr (26) syok berat. Tak ada yang diizinkan menemuinya, kecuali urusan pendampingan.

"Dia masih syok berat. Perlu beberapa waktu untuk memulihkan kondisinya," kata pendamping hukum korban, Etty Prawahyanti kepada detikcom di pintu gerbang LP Wanita Bulu Semarang, Jl Mgr Soegiyopranoto, Selasa (18/3/2008).

Aktivis LPBH untuk Perempuan Sarasvati ini menjelaskan Sr tertekan karena dua kasus. Pertama kasus penganiayaan atas 'suami' gelapnya dan pemerkosaan oleh oknum polisi di tahanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kedua ini jauh lebih berat, karena dia harus berhadapan langsung dengan penegak hukum," ungkap perempuan berambut cepak ini.

Untuk menghilangkan trauma pascapemerkosaan, saat ini Sr dititipkan di LP Wanita Bulu. Di LP, kondisi psikis Sr dipastikan akan tertata,karena tidak terbayang-bayang tempat pemerkosaan.

Meski mempunyai informasinya, Etty tak mau menjelaskan secara detil bagaimana sesungguhnya kronologi pemerkosaan. Pasalnya, hal itu berpengaruh pada psikologis korban.

"Tidak diungkap saja, dia sudah tertekan. Apalagi kalau diungkap.ย  Jangan ya," pinta Etty.

Tak ada batas waktu sampai kapan Sr berada di LP. Namun dia akan keluar saat kasus pemerkosaan terhadapnya digelar, karena harus menjadi saksi. Saat ini, berkas dakwaan terhadap pemerkosa, Briptuย  Sp (26), telah dilimpahkan ke kejaksaan. (try/mly)


Berita Terkait