Hujan intrupsi ini membuat pemimpin sidang Agung Laksono kewalahan. Hingga akhirnya ia meminta agar peserta sidang tertib.
"Supaya tertib sidang ini sebaiknya saya catat dulu yang interupsi," kata Agung dalam sidang paripurna di Gedung DPR SEnayan, Jkarta, SElasa (18/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan pertama diberikan kepada Max Sopacua.
"Kami taat azas terhadap putusan DPR. Dengan catatan keputusan tersebut disosialisasikan masyarakat. Tapi kami melihat ada indikasi politisasi dalam fit and proper test Cagub BI. Karena itu kami ingin voting ulang di sini, jangan di komisi," pinta Max membuka interupsi. (anw/ana)










































