Dubes Salim Said: Suatu Bangsa Perlu Identitas Internasional

Laporan dari Praha

Dubes Salim Said: Suatu Bangsa Perlu Identitas Internasional

- detikNews
Selasa, 18 Mar 2008 02:19 WIB
Dubes Salim Said: Suatu Bangsa Perlu Identitas Internasional
Praha - Penting bagi suatu bangsa untuk mempunyai identitas internasional yang menunjukkan peran, tempat dan posisi bangsa tersebut dalam forum internasional.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Republik Ceko Prof. Dr. Salim Said saat memberikan ambassador lecture (kuliah duta) di depan mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Vysoka Skola Ekonomicka/VSE (Universitas Ekonomi) Praha, Senin (17/3/2008).

Said diundang oleh Fakultas Hubungan Internasional pada universitas tersebut untuk memberikan kuliah mengenai Politik Luar Negeri Indonesia dan Hubungan Indonesia-Ceko, Korfungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi menuturkan kepada detikcom malam ini atau Selasa (18/3/2008) WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diuraikan Said bahwa Indonesia sendiri mempunyai beberapa elemen penting dalam identitasnya sebagai bagian dari masyarakat internasional, yaitu kenyataan bahwa Indonesia mempunyai jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, populasi umat muslim terbesar di dunia, dan sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Sementara dalam forum regional, tambah Said, Indonesia merupakan salah satu pendiri ASEAN dan terlibat aktif dalam APEC dan ASEM.

Said juga menjelaskan tentang politik luarnegeri Indonesia yang bebas aktif dan akar sejarahnya yang dimulai dari pidato Wakil Presiden Dr. Muhammad Hatta di Yogyakarta pada 1948, yang terkenal dengan 'Mendayung di Antara Dua Karang.’

Mengenai hubungan Indonesia-Ceko, Said memaparkan bahwa hubungan baik kedua negara sudah terbina sejak lama. Secara politik, Indonesia-Ceko saling mendukung pencalonan di berbagai fora internasional. Sedangkan di bidang ekonomi kedua negara tengah berusaha meningkatkan hubungan dagang. Sementara di bidang pertahanan, kedua negara juga sudah mempunyai kerjasama yang erat.

Said juga menjelaskan bahwa tahun 2008 ini merupakan Peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko, yang saat ini diperingati dengan berbagai kegiatan sepanjang tahun. Termasuk di dalamnya adalah rencana seminar 10 Tahun Reformasi yang akan diselenggarakan bersama Universitas Ekonomi Praha pada 16/4/2008 mendatang.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads