Peringatan hati-hati ini disampaikan Polres Musi Rawas. "Para pengguna jalan harus ahti-hati, sebab selama 2008 ini kami telah menembak 5 penjahat di Jalinsum," kata Kapolres Mura AKBP M Abdul Kadir, Senin (17/03/2008).
Para bandit itu kerap beroperasi di sepanjang Jalinsum, tepatnya di sekitar Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, hingga Kecamatan Rawas Ulu. Meskipun beberapa di antara mereka telah banyak yang tewas diterjang timah panas milik polisi namun tak membuat jera.
Bandit Jalinsum yang terakhir ditembak hingga mati oleh polisi adalah Torik (32), warga Desa Babat Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas. Torik ditembak mati, Sabtu 15 Maret 2008 sekitar pukul 06.45 lalu, saat akan beroperasi dengan kawannya di sekitar Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit.
Sebagai informasi, kata Kadir, kawanan bandit Jalinsum tak pandang bulu dalam beraksi. Sasaran mereka bisa siapa saja, terutama pengendara yang tengah melintas. Bus, truk pengangkut barang, mobil pribadi, atau sepeda motor, adalah sasaran mereka. Tak hanya itu, bahkan anggota polisi pun tak luput dari keganasan mereka.
"Awal bulan lalu, anggota kami yang tengah melintas berboncengan sepeda motor dengan isterinya jadi korban. Meski sudah memberitahukan identitasnya sebagai polisi namun tak digubris. Motornya malah dirampas. Jika korban melawan mereka tak segan-segan melukai, seperti yang dialami seorang kepala sekolah karena melawan saat hendak dirampok, tangannya ditebas pakai senjata tajam dan jari-jarinya putus," kata Kadir.
Dijelaskan, kawanan bandit Jalinsum terdiri dari beberapa kelompok. Modusnya pun beragam. Kelompok yang beraksi di sekitar Kecamatan Rupit hingga Kecamatan Rawas Ulu menggunakan modus ranjau yang terbuat dari pipa besi kecil.
Pipa runcing yang tengahnya berlubang kira-kira sebesar paku itu biasanya dipasang di pelepah pisang, atau buah-buahan yang dibelah, kemudian diletakkan di jalan raya. Roda kendaraan yang terkena ranjau paku tersebut, seketika kempes. Ketika laju kendaraan terhenti karena ban pecah kawanan bandit pun langsung beraksi. Mereka memreteli harta benda korbannya. Sasaran modus ranjau paku ini biasanya kendaraan roda empat.
"Kejadian terakhir penggembosan empat mobil pribadi di sekitar Kecamatan Rawas Ulu Jumat lalu. Namun dapat dicegah oleh polisi yang mengawal saat ganti ban," Kadir.
Sementara, kelompok yang beraksi di sekitar Kecamatan Karang Jaya sampai Kecamatan Rupit kebanyakan sasarannya adalah kendaraan roda dua. Modus yang digunakan adalah ranjau tali, yang dibentangkan di jalan. Saat pengendara melintas, bandit yang sembunyi di kanan kiri jalan menarik tali sehingga pengendara terjungkal. Modus lainnya adalah memepet pengendara motor, dan mengancam dengan senjata. Jika pengendara tak berhenti langsung dilukai dan motornya dirampas.
(tw/ken)










































