Wakil Presiden Jusuf Kalla pun meminta agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mengumumkan tayangan tersebut.
"Tadi Pak Wapres meminta kami juga memberi tahu program apa saja yang jelek dan paling tidak pantas ditonton," imbuh Ketua KPI Sasa Djuarsa Sandjaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sasa menjelaskan KPI sudah mulai membentuk tim yang dipimpin pakar pendidikan Arif Rahman untuk memberi penilaian mengenai tayangan yang tidak layak itu.
"Mereka akan memberikan nilai secara kualitatif dan mengkatogerikan tayangan masuk dalam kategori hijau atau layak ditonton, kuning atau hati-hati ditonton, dan merah atau jangan ditonton," paparnya.
Sasa pun berjanji KPI akan mengumumkan penilaian tersebut di koran dan televisi. "Nanti setelah selesai, akan langsung kami umumkan di koran dan tv tiap 2 minggu," janjinya.
Sementara anggota KPI Yazirwan Uyun menjelaskan pada 2007 ada 1.478 laporan yang masuk mengenai penilaian masyarakat tentang tayangan yang mengandung pornografi dan kekerasan. Dan KPI sudah melanjutkan laporan tersebut kepada sejumlah media yang dilaporkan.
"Mereka (media) sudah mengirimkan klarifikasi ke kami atas tayangan itu," ujarnya. (ary/mly)










































