Gara-gara Urip, Kemas Makin Terdesak

Gara-gara Urip, Kemas Makin Terdesak

- detikNews
Senin, 17 Mar 2008 14:00 WIB
Jakarta - Kasus suap yang menimpa Jaksa Urip membuat Jampidsus Kemas Yahya Rahman makin terdesak. Sejumlah pihak meminta KPK mengusut dugaan keterlibatan atasan urip itu.

Kini Jaksa Agung diminta mengevaluasi kerja Kemas selama menjabat sebagai Kajati Jambi. "Sebab selama menjadi Kajati, KYR miskin prestasi dan banyak kasus yang tidak jelas arah penyelesaiannya," kata Mustika Karim.

Hal ini dikatakan koordinator Gerakan Rakyat Penyelemat Harta Negara (Gerphan) itu di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (17/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustika datang bersama 30 orang anggotanya untuk menggelar aksi unjuk rasa di Kejagung. Selain berorasi, massa juga membawa spanduk bertuliskan 'Pak Hendarman, evaluasi semua kasus yang bermasalah yang disidik KYR selama menjadi Kajati Jambi.'

Mustika mengatakan, dua kasus korupsi di Jambi yang pernah ditangani Kemas adalah Wiltop Trade Centre (WTC) dan Waterboom. Kasus WTC ditangani Kemas setengah hati tanpa arah dan tidak transparan.

Hal itu memunculkan kecurigaan adanya skenario untuk tidak menyeret Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin saat itu dan para anggota DPRD di Jambi sebagai tersangka.

"Gerphan sangat yakin KYR mengetahui aliran dana dari kontraktor kepada pejabat pemprov. Tetapi justru pejabat tersebut tidak disentuh oleh KYR," ungkapnya.

Menurut Mustika, Kemas memang dikenal dekat dengan Zulkifli. Karena itu Mustika menduga Kemas merekayasa agar Zulkifli terbebas dari dugaan korupsi pembanguan waterbooom.

Kasus waterboom juga antiklimaks ketika Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jambi yang sengaja dikorbankan menjadi terdakwa di PN Jambi divonis bebas.

Gerphan meminta Jaksa Agung melakukan penyidikan kemungkinan adanya KKN antara KYR dengan Zulkifli. Sehingga tidak satupun kasus yang ditangani kejaksaan menyentuh Zulkifli yang jelas-jelas merugikan negara. (ziz/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads