"Persoalan ini tak terlepas bagaimana pelaku dididik saat di Sekolah Polisi Negara (SPN). Menurut saya, masalah disiplin dan kepatuhan azas sudah cukup baik. Tapi sepertinya pendidikan mental yang masih kurang," kata Novel Ali, anggota Kompolnas kepada detikcom, Senin (17/3/2008).
Novel mengungkapkan, pihaknya sudah menghubungi pimpinan oknum polisi itu di Semarang. Informasi yang diterimanya, memang oknum Briptu Sp itu bermasalah. "Track recordnya memang kurang bagus," ujar Novel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari ulah oknum, Novel juga mengungkapkan, memang kondisi ruang tahanan di sejumlah markas polisi di daerah kurang memadai. "Meski kurang, tidak pernah tahanan perempuan maupun laki-laki dicampur," tutur Novel yang mengaku sering melihat kondisi ruang tahanan di sejumlah markas polisi.
Namun dia mengakui, memang tahanan laki-laki dan perempuan berada dalam 1 blok. "Ini karena ruangannya terbatas. Tapi mereka tak pernah disatukan," ucap Novel.
Namun dia meyakini masalah keamanan di ruang tahanan cukup baik. "Selalu dilakukan penjagaan dan pengamanan yang memadai," jelas Novel. (mar/nrl)










































