Tahanan Diperkosa, Pendidikan Mental di Polri Masih Kurang

Tahanan Diperkosa, Pendidikan Mental di Polri Masih Kurang

- detikNews
Senin, 17 Mar 2008 12:16 WIB
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai kasus pemerkosaan yang dilakukan oknum Polri terhadap tahanan membuktikan masih ada persoalan mental di tubuh organisasi penegak hukum itu.

"Persoalan ini tak terlepas bagaimana pelaku dididik saat di Sekolah Polisi Negara (SPN). Menurut saya, masalah disiplin dan kepatuhan azas sudah cukup baik. Tapi sepertinya pendidikan mental yang masih kurang," kata Novel Ali, anggota Kompolnas kepada detikcom, Senin (17/3/2008).

Novel mengungkapkan, pihaknya sudah menghubungi pimpinan oknum polisi itu di Semarang. Informasi yang diterimanya, memang oknum Briptu Sp itu bermasalah. "Track recordnya memang kurang bagus," ujar Novel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengharapkan, agar pelaku pemerkosaan itu hukum berat karena sebagai petugas tidak memberikan contoh yang baik. "Harus diproses ke pengadilan secepatnya. Jika sudah dihukum harus dipublikasikan agar masyarakat tahu," tambah Novel.  

Terlepas dari ulah oknum, Novel juga mengungkapkan, memang kondisi ruang tahanan di sejumlah markas polisi di daerah kurang memadai. "Meski kurang, tidak pernah tahanan perempuan maupun laki-laki dicampur," tutur Novel yang mengaku sering melihat kondisi ruang tahanan di sejumlah markas polisi.

Namun dia mengakui, memang tahanan laki-laki dan perempuan berada dalam 1 blok. "Ini karena ruangannya terbatas. Tapi mereka tak pernah disatukan," ucap Novel.

Namun dia meyakini masalah keamanan di ruang tahanan cukup baik. "Selalu dilakukan penjagaan dan pengamanan yang memadai," jelas Novel. (mar/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini