Biro Travel Pantau Rencana AdamAir Stop Operasi

Biro Travel Pantau Rencana AdamAir Stop Operasi

- detikNews
Senin, 17 Mar 2008 10:49 WIB
Jakarta - Biro-biro travel di Jakarta memantau terus kabar stop operasi AdamAir. Kabar yang mereka terima hingga kini masih simpang siur.

"Tanggal 20 Maret ada satu orang yang pesan tiket AdamAir PP ke Batam. Dia pesan seminggu yang lalu. Penumpang itu pulang tanggal 24 Maret," ujar pemilik Tango Delta Travel Denny Hendrarusman kepada detikcom, Senin (17/3/2008).

Menurut Denny, pihaknya akan mengecek terlebih dulu kepada cabang AdamAir di Melawai, Jakarta Selatan, untuk dapat memastikan apakah kliennya bisa berangkat ke Batam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tidak terbang, buru-buru kita ke AdamAir minta dibalikin tiketnya. Kan imbasnya ke penumpang. Belum tentu penumpang dapat tiket dengan jadwal yang sama, kalau dapat tiket mahal, kan tanggal 20, termasuk harga mahal," beber Denny. Seperti diketahui, tanggal 20-21 Maret adalah hari libur nasional sehingga menjadi peak seasons.

Denny yang membeli tiket AdamAir dengan sistem putus menuturkan, pihaknya mendengar kabar soal gonjang-ganjing AdamAir akan berhenti beroperasi. Denny mendengar AdamAir akan berhenti operasi pada 20 Maret ke atas.

"Kejadian ini ibarat gajah yang berantem, semut yang mati," komentar Denny.

Sementara itu staf Globes Travel, Vita, mengaku tidak pernah lagi memesan tiket AdamAir pasca tergelincirnya pesawat AdamAir 10 Maret 2008 di Bandara Hang Nadim Batam. Namun, Globes masih mempunyai deposit ke AdamAir cabang Melawai sebesar Rp 15 juta.

"Nanti akan kita urus pengambilan deposit lewat sales AdamAir di Melawai," kata Vita.

Vita mendengar kabar, AdamAir akan berhenti beroperasi pada April 2008. "Tapi itu belum pasti, saya dengar dari teman," ucap dia.

Kapan AdamAir berhenti operasi belum pasti benar. Calon konsumen AdamAir di Bandara Juanda Surabaya diberitahu petugas maskapai bahwa hari ini adalah hari terakhir AdamAir beroperasi.

Sementara Dirut AdamAir Adam Aditya Suherman dan Direktur Komersial Gugi Pringwa tidak mengangkat ponselnya saat dikonfirmasi.
(nik/nrl)


Berita Terkait