"Jika hujan deras dan angin kencang, kita khawatir material di atas bangunan tersebut akan jatuh dan mengenai rumah kita," ujar Sulaiman, warga yang rumahnya berada tepat di bawah menara tersebut.
Ditambahkan dia, sejak pembangunan menara ini, suasana di dalam rumahnya sudah tidak nyaman. "Terkadang bunyi sesuatu yang membuat keluarga kita takut, bahkan kami harus keluar rumah takut tower roboh," ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya.
Selain Sulaiman, hal senada juga disampikan Takbir. Menurutnya, warga di sekitar pembangunan menara tidak ada yang diberitahu sebelumnya, kita diberitahu malah sudah berdiri kokoh. "Sangat tergangggu dengan berdirinya tower itu, kita sudah protes ke perangkat kelurahan dan pemilik tower malah tidak ditanggapi," keluhnya.
Saat akan dikonfirmasi, pemilik menara, Himawan Buditama selaku owners Hotel Apita Green tidak bersedia menemui wartawan.
Sejauh ini, pengerjaan menara ini sudah dalam tahap pemasangan kaca. Meski terkesan sangat mewah, namun para pekerja bangunan tersebut hanya menggunakan alat seadanya. Rencananya menara tersebut akan dijadikan hotel berbintang dan sarana perkantoran lain dan merupakan bangunan tertinggi di Cirebon.
(bal/ptr)











































