Firasat itu diceritakan kembali oleh adik kandung Herudi, Hertriono Kartowisastro, saat menjenguk jenazah kakaknya di ruang instalasi forensik dan perawatan RS Fatmawati, Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (16/3/2008).
"Kemarin (Sabtu) pagi dia merasakan pesawatnya lebih bagus. Makanya dia berani keluar dari area Pondok Cabe. Biasanya di atas Pondok Cabe sana terbangnya," ujar Hertriono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu memang kesenangan dia. Dia melakukan ini tiap saat ada waktu. Jadi ini sudah biasa. Karena itu pesawat buatan sendiri," ujar Hertriono yang mengenakan kaos putih dan celana jeans ini.
Herudi, lanjutnya, merupakan pensiunan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan jabatan ahli peneliti utama (APU). Masih banyak cita-cita Herudi yang belum tercapai.
"Cita-cita beliau itu masih banyak. Salah satunya ingin membuat pesawat yang bisa berguna dan dinikmati semua orang," kenang Hertriono.
Menurutnya, jenazah Herudi akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Tonjong, Parung, Bogor siang ini. (nwk/aba)











































