Penegasan ini disampaikan Presiden SBY dalam keterangannya pada wartawan seusai penutupan KTT XI OKI, di Hotel Le Meridien President, Dakar, Senegal, Jumat 14 Maret 2008 atau pukul 04.00 WIB, Sabtu (15/3/2008).
"Kalau masalah politik keamanan Indonesia ingin lebih berhati-hati karena tidak mau dunia salah mengerti. Kita lebih baik menjaga jarak dari pada ada salah persepsi," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau untuk masalah ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya kita selalu membantu. Tapi karena ini (tranportasi alat anti huru-hara) PM Gusmao yang memintanya langsung, ya kita bantu," imbuh SBY. (lh/mly)











































