Hal itu dikemukakan Dritan Minxolli direktur dari perusahaan yang bertanggung jawab melakukan pembongkaran amunisi kepada Albanian Economy News (AENews) seperti dikutip detikcom petang ini, Sabtu (15/3/2008).
Ribuan ton amunisi roket artileri buatan Uni Sovyet dan Cina itu sekurangnya berumur 40 tahun dan seharusnya sudah dibongkar dua atau tiga dekade lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minxolli tidak dapat menyebutkan jumlah eksak karyawan yang hadir di kawasan bencana saat ledakan terjadi. Dia telah menghubungi mereka melalui ponselnya, namun ada empat karyawan yang belum menjawab.
Jumlah Korban
Sementara itu, masih dipantau dari AENews, Menteri Dalam Negeri Bujar Nishani menyatakan belum ada konfirmasi mengenai jumlah korban tewas. Menurut Nishani, polisi belum bisa mencapai pusat ledakan.
"Kami memperkirakan akan menemukan korban di dalam terowongan," ujar Nishani.
Sejauh ini media Albania menyebutkan jumlah korban tewas 6 orang dan yang cedera 160 orang, demikian AENews. (es/es)











































