Gudang Amunisi Militer Meledak, 6 Tewas dan 160 Cedera

Laporan dari Tirana

Gudang Amunisi Militer Meledak, 6 Tewas dan 160 Cedera

- detikNews
Minggu, 16 Mar 2008 00:22 WIB
Tirana - Sebuah gudang amunisi militer di Tirana, Albania, meledak hari ini. Ledakan terjadi tepat pukul 12.20 waktu Albania atau 18.20 WIB di gudang yang terletak sekitar 2 km dari Bandara Tirana di wilayah Vora, 20 km dari ibukota Tirana.

Pada saat kejadian dilaporkan tercatat 6 korban tewas dan 160 lainnya cedera. Bus umum berpenumpang 40 orang yang kebetulan sedang melewati gudang amunisi tersebut terlempar sejauh kurang lebih 200m. Belum diperoleh informasi mengenai keadaan 40 orang penumpang tersebut, demikian Aditya Timoranto Sekretaris III KBRI Sofia (Republik Bulgaria), yang juga terakreditasi untuk Republik Albania, kepada detikcom hari ini, Sabtu (15/3/2008) menuturkan.

Disebutkan bahwa ledakan mengakibatkan getaran keras yang sempat diduga gempa bumi dan mengakibatkan banyak kaca-kaca bangunan di bandara pecah, sehingga penumpang yang sedang menunggu penerbangan harus dievakuasi keluar dari bandara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Getaran tersebut juga dirasakan sampai di ibukota Tirana walau tidak begitu besar. Beberapa rumah dan bangunan di sekitar gudang amunisi tersebut mengalami kerusakan akibat ledakan.

Kaca-kaca di beberapa toko, mobil toko dan bangunan sepanjang 10 km perjalanan dari pelabuhan udara menuju pusat kota Tirana terlihat pecah. Gudang amunisi yang terletak di atas bukit tersebut terlihat berapi dan berasap tebal, nampak seperti gunung yang meletus.

Ledakan menyebabkan kepanikan penduduk di sekitar pelabuhan udara Tirana. Mereka diminta meninggalkan rumah masing-masing maupun bangunan di mana mereka sedang berada.

Di samping itu, ledakan menyebabkan kemacetan luarbiasa di beberapa jalan ke arah dan dari pelabuhan udara maupun lokasi kejadian.

Belum diketahui penyebab dari ledakan tersebut, namun televisi setempat melaporkan bahwa pada saat kejadian pihak militer Albania sedang melakukan pemindahan amunisi di gudang tersebut.
(es/es)


Berita Terkait