"Rencana kelompok separatis akan gagal," kata kepala pemerintah Tibet di tengah petugas keamanan yang berpatroli di kota Lhasa seperti yang dikutip BBC, Sabtu (15/3/2008).
Media resmi menyebutkan 10 orang tewas dalam bentrokan hari Jumat, termasuk kalangan bisnis yang dibakar hingga tewas. Namun para pemimpin Tibet di pengasingan memperkirakan jumlah yang meninggal lebih tinggi. Mereka menyalahkan pemerintah Cina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam satu pernyataan yang dikutip kantor berita Xinhua, pemerintah Tibet mendesak para pelanggar hukum menyerahkan diri Senin tengah malam. Selain itu pemerintah berjanji ada 'keringanan' kepada mereka yang menyerahkan diri.
Unjuk rasa terjadi sejak awal pekan ini, ketika beberapa biksu dilaporkan ditahan setelah berpawai untuk memperingati 49 tahun pemberontakan Tibet melawan pemerintahan Cina. Ratusan biksu kemudian turun ke jalan-jalan untuk menuntut pembebasan rekan-rekan mereka. Bahkan sejumlah laporan mengatakan aparat keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para biksu.
(mly/mly)











































