Semburan gas dari sumur tersebut terjadi pada Kamis 13 Maret 2008. Warga sudah berusaha menutupi galian sumur itu tapi semburan gas tetap saja keluar. Belum diketahui pasti jenis gas tersebut.
Karena tidak menemui jalan keluar, warga akhirnya melapor ke Kabupaten Bengkalis. Bupati Bengkalis Syamsu Rizal merespons. Bupati Bengkalis lalu mengirim surat kepada PT Kondur untuk meminta bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas surat permohonan dari Bupati Bengkalis, hari ini PT Kondur mengirimkan 3 orang tim lingkungannya untuk melakukan observasi atas semburan gas di sumur warga.
"Kita belum mengetahui pasti jenis gas apa yang ada disana. Tim baru kita kirim hari ini," ujar Act Communication Super Intenden PT Kondur, Mindarto, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/3/2008).
Wilayah itu kini diamankan oleh warga sekitar. Warga di sekitar lokasi itu dilarang merokok dan membawa korek api. Hal ini dilakukan untuk menghindari percikan api akibat semburan tersebut.
(nik/bal)











































