"Jumlah calo di bandara di Soekarno-Hatta tersebar sangat banyak. Hampir di semua terminal domestik," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Guntur Setianto pada forum dialog konsumen yang diselenggarakan oleh YLKI di Hotel Accacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2008).
Dari data yang dimiliki Polres Bandara Soekarno-Hatta, di terminal 1A tercatat 28 calo, terminal 1B 44 calo, terminal 1C 19 calo, dan terminal 2F 18 calo. Di antara mereka, hanya 18 orang saja yang menjadi calo tiket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga punya jaringan-jaringan dan mereka mendapatkan tiket dari orang travel. Sulit tertibkan karena memang tidak ada UU yang melarang kalau itu dijual oleh orang travel," sesal Guntur.
Guntur berandai-andai, jika saja pemerintah membuat kebijakan ticketing melalui internet, dia optimis, calo otomatis lenyap tanpa harus ditertibkan.
"Saya pernah diminta oleh Menhub untuk menertibkan calo atas instruksi Presiden. Saya balik tanya, kalau calo ada di pihak Bapak," imbuhnya di depan peserta dialog.
(ana/bal)











































